RETHINK Retail telah menerbitkan sebuah artikel yang ditulis oleh CK Wang, VP & GM IoT Business Unit di MediaTek.
Para pelaku ritel sebelumnya mulai mencoba AI melalui proyek percontohan untuk mengukur dampaknya; kini mereka beralih ke tahap eksekusi skala penuh. Seiring konsumen menuntut pengalaman yang real-time dan sangat relevan, AI berbasis cloud mulai menunjukkan keterbatasannya. Di saat yang sama, perangkat edge semakin canggih, sehingga kecerdasan kini semakin banyak berpindah ke dalam toko fisik, langsung ke perangkat, di mana data real-time dan pengambilan keputusan lokal dapat memberikan dampak instan.
Edge AI menggeser ritel dari pendekatan reaktif menjadi prediktif. Rak pintar, computer vision, dan sistem pengisian ulang stok prediktif secara signifikan meningkatkan akurasi inventori, yang tanpa otomatisasi dapat turun hingga 70%. Dengan memproses data tepat saat dihasilkan, Edge AI membantu menghilangkan kekosongan rak, mengurangi potensi penjualan yang terlewat, serta menyederhanakan proses restocking.
Dalam operasional, peramalan berbasis AI dan visibilitas real-time mampu menekan kejadian kehabisan stok sambil tetap menjaga inventori yang ramping, sehingga menurunkan biaya penyimpanan. Dari sisi pelanggan, model bahasa berbasis edge dan digital signage adaptif memungkinkan interaksi di dalam toko yang lebih natural dan personal, tanpa bergantung pada konektivitas cloud yang berpotensi menimbulkan risiko terhadap data pribadi maupun data kompetitif. Hasil awal menunjukkan peningkatan yang nyata pada tingkat keterlibatan dan konversi.
Di luar inventori dan keterlibatan, Edge AI juga mengoptimalkan lingkungan toko itu sendiri, mulai dari penggunaan energi dan analisis lalu lintas pengunjung hingga pemantauan keamanan. Secara keseluruhan, kapabilitas ini menghadirkan akurasi, efisiensi, dan responsivitas yang lebih tinggi di setiap titik dalam toko.